PERMENDIKBUD TENTANG UJIAN NASIONAL TAHUN 2013

SALINAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 3 TAHUN 2013

TENTANG

KRITERIA KELULUSAN PESERTA DIDIK DARI SATUAN PENDIDIKAN DAN

PENYELENGGARAAN UJIAN SEKOLAH/MADRASAH/PENDIDIKAN

KESETARAAN DAN UJIAN NASIONAL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang          : bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 65 ayat (6), Pasal 67

                                 ayat (3), dan Pasal 72 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 19

                                 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu

                                 menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

                                 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan

                                Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/

                                Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional;

Mengingat :       1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem

                                Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia

                                Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara

                                Republik Indonesia Nomor 4301);

                         2.   Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang

                               Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik

                               Indonesia Tahun 2005  Nomor 41, Tambahan Lembaran

                              Negara Republik Indonesia Nomor 4496);

                        3.   Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang

                             Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran

                            Negara Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara

                            Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan

                            Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas

                            Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang

                           Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran

                           Negara Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran

                           Negara Nomor 5157);

                     4.   Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang

                           Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara Republik

                           Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah beberapa

                           kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun

                           2011 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden

                           Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan

                           Organisasi Kementerian Negara;

                          5.      Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang

                          Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta

                           Susunan Organisasi, Tugas, dan    Fungsi Eselon I

                          Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali

                           diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92

                           Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan

                           Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas,

                          dan Fungsi Kementerian Negara Serta Susunan Organisasi,

                         Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara;

                  6.    Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai

                         Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana

                         telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan

                        Presiden Nomor 61/P Tahun 2012;

               7.     Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun

                       2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar

                       dan Menengah;

                8.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun

                       2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan

                       Pendidikan Dasar dan Menengah;

                9.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun

                       2007 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan

                       Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk

                      Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan

                     Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang

                     Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan

                     Dasar dan Menengah;

              10.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 14 Tahun

                      2007 tentang Standar Isi untuk Program Paket A, Program

                     Paket B, dan Program Paket C;

             11.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun

                     2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan untuk satuan

                      pendidikan dasar dan menengah.

              12.  Peraturan  Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia

                      Nomor 3 Tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan

                      Kesetaraan Program Paket A, Program Paket B, dan Program

                     Paket C;

               13.  Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 3

                      Tahun 2012 tentang Pendidikan Keagamaan Islam.

 MEMUTUSKAN:

 Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

                          TENTANG KRITERIA KELULUSAN PESERTA DIDIK DARI

                          SATUAN PENDIDIKAN DAN PENYELENGGARAAN UJIAN

                          SEKOLAH/MADRASAH/PENDIDIKAN KESETARAAN DAN

                         UJIAN NASIONAL.

 BAB I

 KETENTUAN UMUM 

 Pasal 1

 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:

1.      Satuan pendidikan adalah satuan pendidikan dasar dan  menengah yang

         meliputi Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Dasar Luar

         Biasa       (SDLB),      Sekolah        Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah

         (SMP/MTs, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah

         Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Atas Luar

         Biasa (SMALB), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Pusat Kegiatan

         Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan Pondok

         Pesantren.

2.      Pendidikan Kesetaraan adalah program pendidikan nonformal yang

          mencakup program Paket A, Program Paket B, Program Paket C, dan

          Program Paket C Kejuruan. 

3.      Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan

         berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan

         dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. 

4.      Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan selanjutnya disebut Ujian

         S/M/PK adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta

         didik yang dilakukan oleh sekolah/madrasah/penyelenggara program

         pendidikan kesetaraan untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu

         pengetahuan dan teknologi. 

5.      Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran

         dan penilaian pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata

         pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan

         teknologi. 

6.      UN Susulan adalah ujian nasional yang diselenggarakan bagi peserta didik

         yang berhalangan mengikuti UN karena alasan tertentu dan disertai bukti

         yang sah. 

7.      Ujian kompetensi keahlian adalah ujian nasional yang terdiri atas ujian 

         teori dan ujian praktik kejuruan. 

8.      Nilai Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan selanjutnya disebut Nilai

         S/M/PK adalah nilai gabungan antara Nilai Ujian S/M/PK dan rata-rata

         nilai rapor atau rata-rata nilai derajat kompetensi (NDK).

9.      Nilai Ujian Nasional yang selanjutnya disebut Nilai UN adalah nilai yang

          diperoleh peserta didik pada UN.

10.    Nilai Akhir yang selanjutnya disebut NA adalah nilai gabungan antara

          Nilai S/M/PK dari setiap mata pelajaran yang diujikan secara nasional

          dan Nilai UN.

11.    Kriteria kelulusan adalah   persyaratan pencapaian minimal untuk

          dinyatakan lulus.

 12.    Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP

          adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan,

         memantau pelaksanaan, dan mengevaluasi standar nasional pendidikan.

13.    Ula adalah pendidikan dasar enam tahun pada Pondok Pesantren Salafiyah

         setingkat Program Paket A dengan kekhasan pendalaman pendidikan agama

         Islam.

14.    Wustha  adalah pendidikan dasar tiga tahun pada Pondok Pesantren

          Salafiyah setingkat Program Paket B dengan kekhasan pendalaman

          pendidikan agama Islam.

15.    Kisi-kisi soal UN adalah acuan dalam pengembangan dan perakitan soal

         UN yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

          dalam Standar Isi Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

16.    Lembar jawaban UN yang selanjutnya disebut LJUN adalah lembaran

          kertas yang digunakan oleh peserta didik untuk menjawab soal UN. 

17.    Surat keterangan hasil ujian nasional yang selanjutnya disebut SKHUN

         adalah surat keterangan yang berisi Nilai S/M/PK dari setiap mata

          pelajaran yang diujikan secara nasional, Nilai UN, dan NA.

18.    Prosedur Operasi Standar yang selanjutnya disebut POS adalah urutan

         langkah baku yang mengatur teknis pelaksanaan UN dan Ujian S/M/PK

         yang diterbitkan oleh BSNP.

19.    Kementerian adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik

          Indonesia.

20.    Menteri adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

21.    Perguruan Tinggi adalah perguruan tinggi negeri yang ditetapkan oleh BSNP

         berdasarkan rekomendasi dari Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri

         Indonesia.

22.    Pemerintah adalah Pemerintah Pusat.

23.    Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten,

          atau Pemerintah Kota.

 BAB II

KRITERIA KELULUSAN PESERTA DIDIK DARI SATUAN PENDIDIKAN

Pasal 2

Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah:

a.   menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

b.   memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata

      pelajaran yang terdiri atas: 

1)   kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; 

2)   kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; 

3)   kelompok mata pelajaran estetika; dan 

4)   kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan;

 c.   lulus Ujian S/M/PK untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan

teknologi; dan

d.   lulus UN.

 Pasal 3

 (1)   Penyelesaian seluruh program pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam

          Pasal 2 huruf a, untuk peserta didik: 

a.  SD/MI dan SDLB apabila telah menyelesaikan pembelajaran dari kelas I

      sampai dengan kelas VI;

b. SMP/MTs dan SMPLB  apabila telah menyelesaikan pembelajaran dari

     kelas VII sampai dengan kelas IX;

c. SMA/MA, SMALB, dan SMK apabila telah menyelesaikan pembelajaran

    dari kelas X  sampai dengan kelas XII;

d. SMP/MTs dan SMA/MA yang menerapkan sistem akselerasi atau sistem

     kredit semester (SKS) apabila telah menyelesaikan seluruh mata pelajaran 

     yang dipersyaratkan; 

e. Program Paket  A, Program Paket B, Program Paket C, dan Program  

    Paket C Kejuruan apabila telah menyelesaikan keseluruhan derajat

    kompetensi masing-masing jenjang program.

(2)   Ketentuan keikutsertaan peserta didik dari sekolah penyelenggara sistem

         akselerasi atau SKS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur

         dalam POS UN.

 Pasal 4

 Kriteria perolehan nilai baik untuk 4 (empat) kelompok mata pelajaran

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b ditetapkan oleh satuan

pendidikan.

 Pasal 5

 (1)   Kriteria kelulusan peserta didik dari Ujian S/M/PK untuk semua mata

         pelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c ditetapkan oleh

          satuan pendidikan berdasarkan perolehan Nilai S/M/PK. 

(2)   Nilai S/M/PK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh dari: 

       a. gabungan antara nilai Ujian S/M dan rata-rata nilai rapor: 

           1)    semester 7 (tujuh) sampai dengan 11 (sebelas) pada SD/MI danSDLB;

           2)    semester 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) pada SMP/MTs, dan SMPLB;

           3)    semester 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima) pada SMA/MA dan SMALB;

           4)    semua mata pelajaran yang ditempuh dan yang diujikan secara

                   nasional pada SMP/MTs dan SMA/MA yang menerapkan sistem SKS; 

            5)    semester 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) pada SMK; 

       b. gabungan antara nilai Ujian PK dan rata-rata nilai derajat kompetensi

           (NDK) untuk Program Paket A, Program Paket B, Program Paket C, dan 

           Program Paket C Kejuruan;

           terdiri atas 60% bobot dari nilai Ujian S/M/PK  dan 40% bobot dari rata-

           rata nilai rapor/rata-rata nilai derajat kompetensi.

 Pasal 6

 (1)   Kriteria kelulusan peserta didik dari UN untuk SD/MI/SDLB ditetapkan

         oleh satuan pendidikan dalam rapat dewan guru dan untuk Program  

          Paket A ditetapkan oleh rapat dewan tutor bersama pamong belajar dari

          SKB Pembina.

(2)   Kriteria kelulusan peserta didik dari UN untuk SMP/MTs/SMPLB,

         SMA/MA/SMALB/SMK, Program Paket B, dan Program Paket C apabila

         nilai rata-rata dari semua NA mencapai paling rendah 5,5 (lima koma lima)

         dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0  (empat koma nol).

(3)   NA sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diperoleh dari gabungan Nilai

         S/M/PK dari mata pelajaran yang diujikan secara nasional dan Nilai UN,

         yaitu dengan pembobotan 40% Nilai S/M/PK dari mata pelajaran yang

         diujikan secara nasional dan 60% dari Nilai UN. 

 Pasal 7

 Kelulusan peserta didik:

a.    SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK ditetapkan oleh

       setiap satuan pendidikan yang bersangkutan dalam rapat dewan guru; 

b.    Program Paket A, Program Paket B, Program Paket C, dan Program Paket C

        Kejuruan ditetapkan oleh setiap satuan pendidikan yang bersangkutan

        dalam rapat dewan tutor bersama Pamong Belajar pada SKB Pembina; 

        berdasarkan kriteria kelulusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.

 BAB III

PERSYARATAN PESERTA DIDIK MENGIKUTI UJIAN

SEKOLAH/MADRASAH/PENDIDIKAN KESETARAAN DAN UJIAN NASIONAL 

 Pasal 8

 (1)   Persyaratan peserta didik mengikuti Ujian S/M/PK dan UN: 

       a. telah atau pernah berada pada tahun terakhir pada suatu jenjang

           pendidikan di satuan pendidikan tertentu;

       b. memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada suatu jenjang

            pendidikan di satuan pendidikan tertentu mulai semester I tahun

           pertama sampai dengan semester I tahun terakhir; dan

        c. memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada Pendidikan

            Kesetaraan.

 (2)   Persyaratan untuk Peserta didik Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan

          berasal dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan

          Belajar (SKB), Pondok Pesantren penyelenggara program Ula dan/atau

          Wustha, dan kelompok belajar sejenis. 

(3)   Ketentuan tentang persyaratan peserta didik sebagaimana dimaksud pada

         ayat (1) dan (2) diatur lebih lanjut dalam POS Ujian S/M/PK atau POS UN.

 BAB IV

HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA DIDIK DALAM UJIAN

SEKOLAH/MADRASAH/PENDIDIKAN KESETARAAN DAN UJIAN NASIONAL 

 Pasal 9

 (1)   Peserta didik yang memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8

         berhak mengikuti Ujian S/M/PK dan UN.

(2)   Peserta didik tunanetra, tunarungu, tunadaksa ringan, dan tunalaras yang

        memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 berhak mengikuti

         Ujian S/M/PK dan UN.

(3)   Peserta didik yang karena alasan tertentu dengan disertai bukti yang sah

        berhalangan mengikuti UN dapat mengikuti UN Susulan sesuai jadwal yang

        ditentukan dalam POS UN yang ditetapkan oleh BSNP.

(4)   Peserta didik yang tidak lulus Ujian S/M/PK dan UN dapat mengikuti Ujian

         S/M/PK dan UN tahun berikutnya sesuai dengan ketentuan peraturan

         perundang-undangan.

(5)   Ketentuan lebih lanjut mengenai hak peserta didik dalam Ujian S/M/PK

         dan UN diatur dalam POS US/M/PK atau POS UN yang ditetapkan oleh

         BSNP.

 BAB V 

PENYELENGGARAAN UJIAN SEKOLAH/MADRASAH/PENDIDIKAN

KESETARAAN 

 Pasal 10

 Setiap satuan pendidikan menyelenggarakan Ujian S/M/PK untuk semua mata

pelajaran.

 Pasal 11

 Ujian S/M/PK dilaksanakan oleh satuan pendidikan sesuai dengan POS Ujian

S/M/PK yang ditetapkan oleh satuan pendidikan  di bawah  koordinasi Dinas

Pendidikan Kabupaten/Kota, Kantor Wilayah Kementerian Agama, dan Kantor

Kementerian Agama. 

 Pasal 12

 Ujian S/M/PK diselenggarakan sebelum penyelenggaraan UN sesuai dengan

jadwal yang ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan.

 Pasal 13

 (1)   Nilai S/M/PK diserahkan oleh setiap satuan pendidikan kepada BSNP.

(2)   Nilai S/M/PK  sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk SMP/MTs,

         SMPLB, Program Paket B, SMA/MA, SMALB, SMK, Program Paket C, dan

          Program Paket C Kejuruan  diterima oleh BSNP paling lambat tujuh hari

         sebelum penyelenggaraan UN.

(3)   Nilai S/M/PK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk SD/MI, SDLB, dan

         Program Paket A diterima oleh penyelenggara UN SD/MI, SDLB dan Program

         Paket A tingkat provinsi paling lambat tujuh hari sebelum penyelenggaraan

         UN.

(4)   Ketentuan         mengenai penyerahan dan penerimaan Nilai S/M/PK

        sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur lebih lanjut dalam

         POS UN yang ditetapkan oleh BSNP.

 Pasal 14

 Ketentuan lebih lanjut tentang penyelenggaraan Ujian S/M/PK diatur dalam

POS Ujian S/M/PK yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

 BAB VI 

PENYELENGGARAAN  UJIAN NASIONAL 

 Pasal 15

 BSNP menyelenggarakan UN bekerja sama dengan instansi terkait di lingkungan

Pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan satuan

pendidikan.

 Pasal 16

 (1)   BSNP memberikan wewenang kepada pemerintah daerah dalam pelaksanaan

         dan pengawasan UN SD/MI, SDLB, Program Paket A/Ula, SMP/MTs, 

         SMPLB, SMALB, dan Program Paket B/Wustha.

(2)   BSNP memberikan wewenang kepada Perguruan Tinggi dalam pelaksanaan

        dan pengawasan UN SMA/MA,  SMK, Program Paket C, dan Program Paket C

         Kejuruan dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

(3)   Ketentuan         lebih       lanjut        mengenai wewenang penyelenggaraan UN

        sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dalam POS UN yang

        ditetapkan oleh BSNP.

 Pasal 17

 (1)   UN dilaksanakan 1 (satu) kali dalam satu tahun.

(2)   UN untuk Pendidikan Kesetaraan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam satu

        tahun.

(3)   UN untuk SMA/MA, SMALB, dan SMK dilaksanakan pada bulan April. 

(4)   UN untuk Pendidikan Kesetaraan periode pertama dilaksanakan pada bulan

        April dan periode kedua dilaksanakan pada bulan Juli. 

(5)   UN Susulan untuk SMA/MA, SMALB, dan SMK dilaksanakan setelah UN

         SMA/MA, SMALB, dan SMK.   

(6)   Ujian kompetensi keahlian kejuruan untuk SMK dan Program Paket C

        Kejuruan dilaksanakan paling lambat satu bulan sebelum penyelenggaraan

        UN SMA/MA, SMALB, SMK, Program Paket C, dan Program Paket C

        Kejuruan. 

(7)   Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan SMA/MA, SMALB, SMK.

        Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan diumumkan oleh satuan

        pendidikan paling lambat satu bulan setelah penyelenggaraan UN

        SMA/MA, SMALB, SMK, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan. 

(8)   UN untuk SMP/MTs, SMPLB, Program Paket B dilaksanakan pada bulan

        April setelah UN SMA/MA, SMALB, SMK, Program Paket C, dan Program

        Paket C Kejuruan. 

(9)   UN susulan untuk SMP/MTs, SMPLB, Program Paket B dilaksanakan

          setelah UN SMP/MTs, SMPLB, Program Paket B. 

(10)   Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan SMP/MTs, SMPLB,

          Program Paket B diumumkan oleh satuan pendidikan paling lambat satu

          bulan setelah penyelenggaraan UN SMP/MTs, SMPLB, Program Paket B. 

(11)   UN untuk SD/MI, SDLB, Program Paket A dilaksanakan pada  bulan Mei. 

(12)   UN susulan untuk SD/MI, SDLB dilaksanakan setelah UN SD/MI, SDLB. 

(13)   Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan SD/MI dan SDLB, Program

          Paket A diumumkan oleh satuan pendidikan paling lambat lima minggu

           setelah penyelenggaraan UN SD/MI, SDLB, dan Program Paket A.

 Pasal 18

 Mata pelajaran yang diujikan pada UN diatur lebih lanjut dalam POS yang

ditetapkan oleh BSNP.

 Pasal 19

 (1)   Ujian kompetensi keahlian kejuruan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17

          ayat (6) terdiri atas teori kejuruan dan praktik kejuruan.

(2)   Ujian teori kejuruan SMK dan Program Paket C Kejuruan diselenggarakan

         oleh dinas pendidikan provinsi.

 (3)   Ujian praktik kejuruan SMK dan Program Paket C Kejuruan dilaksanakan

          oleh satuan pendidikan bersama dunia industri dan/atau asosiasi profesi.

(4)   Ketentuan mengenai ujian kompetensi keahlian kejuruan sebagaimana

         dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dalam POS UN yang ditetapkan

         oleh BSNP.

 Pasal 20

 Orang perseorangan, kelompok, dan/atau lembaga yang terlibat dalam

penyelenggaraan UN wajib menjaga kejujuran, kerahasiaan, keamanan, dan

kelancaran penyelenggaraan UN.

 Pasal 21

 Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan sosialisasi UN.

 Pasal 22

 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memetakan hasil

UN pada tingkat sekolah/madrasah, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional.

 BAB VII

BAHAN UJIAN SEKOLAH/MADRASAH/PENDIDIKAN KESETARAAN DAN

UJIAN NASIONAL

 Pasal 23

 (1)     Satuan pendidikan menyusun naskah soal Ujian S/M/PK berdasarkan

          Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam Kurikulum Tingkat

          Satuan Pendidikan.

(2)     Penyelenggara Tingkat Pusat menyusun naskah soal UN berdasarkan

          Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam Standar Isi sesuai

          dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.

(3)     Naskah soal UN sebelum digunakan diklasifikasikan sebagai dokumen

          negara.

Pasal 24

 (1)   Kisi-kisi soal Ujian S/M/PK disusun berdasarkan Standar Kompetensi dan

         Kompetensi Dasar dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 

(2)   Kisi-kisi soal UN disusun berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi

         Dasar sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan

        Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan

        Dasar dan Menengah serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik

        Indonesia Nomor 14 Tahun 2007 tentang Standar Isi untuk Program Paket

        A, Program Paket B, dan Program Paket C. 

 (3)   Kisi-kisi soal Ujian S/M/PK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun

         dan ditetapkan oleh satuan pendidikan. 

(4)   Kisi-kisi soal UN sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disusun dan

         ditetapkan oleh BSNP. 

Pasal 25

(1)   Penyiapan, penggandaan, dan distribusi bahan US/M/PK ditetapkan oleh

        satuan pendidikan. 

(2)   Pencetakan dan pendistribusian bahan UN SD/MI dan SDLB dilakukan oleh

        Penyelenggara  UN Provinsi. 

(3)   Penggandaan dan pendistribusian bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA,

          SMALB, SMK, dan PK dilakukan oleh penyelenggara Tingkat Pusat. 

(4)   Ketentuan         mengenai        penggandaan          dan pendistribusian bahan UN

         sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur lebih lanjut oleh Badan

         Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 BAB VIII

BIAYA UJIAN SEKOLAH/MADRASAH/PENDIDIKAN KESETARAAN DAN 

UJIAN NASIONAL 

 Pasal 26

 (1)   Biaya penyelenggaraan Ujian S/M/PK menjadi tanggungjawab Pemerintah

         Daerah dan satuan pendidikan yang bersangkutan. 

(2)   Biaya penyelenggaraan UN menjadi tanggungjawab Pemerintah dan

        Pemerintah Daerah.

 Pasal 27

 Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan satuan pendidikan dilarang memungut

biaya penyelenggaraan UN dari peserta didik, orang tua/walinya, dan/atau

pihak yang membiayainya.

 BAB IX

SANKSI

 Pasal 28

 (1)   Orang perseorangan, kelompok, dan/atau lembaga yang terbukti secara

         sah melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, akan

         diproses dan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan

          perundang-undangan. 

(2)   Ketentuan mengenai pelanggaran dan sanksi sebagaimana dimaksud pada

           ayat (1) diatur lebih lanjut dalam POS UN yang ditetapkan oleh BSNP. 

 
 

 BAB    X

PENUTUP

Pasal 29

Peraturan Menteri ini berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatan dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 16 Januari 2013

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

REPUBLIK INDONESIA

 

TTD

MOHAMMAD NUH

 

Diundangkan di Jakarta

pada tanggal 18 Januari 2013

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA

TTD

AMIR SYAMSUDIN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2013 NOMOR 107

About these ads

Tentang mthrie

berbagi untuk kemajuan
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s